Mari kita mengenal sejarah terbentuknya bumi kita bagaiman proses terjadinya bumi yang kita tempati selama ini. Alam semesta sekarang ini awalnya berasal dari gas yang berserakan secara teratur diangkasa kemudian menjadi kabut (menjadi kumpulan kosmos-kosmos). Dalam pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.
Mikro kosmos yaitu benda-benda yang berukuran kecil seperti atom, sel, elektron dan benda—benda kecil lainnya. Adapun makro kosmos yaitu benda-benda yang berukuran besar, seperti bintang, planet, dan matahari.
Teori yang dihasilkan oleh para ilmuwan dan pakar, tentang bagaimana terbentuknya alam semesta ada dua, yaitu :
Teori keadaan Tetap Yaitu teori yang menyatakan bahwa alam ini ada tanpa awal dan ada selama-laman.
Teori Dentuman Besar Yaitu teori yang menyatakan bahwa alam ini ada dari suatu ketiadaan. Dan akan berakhir dengan ketiadaan pula. Dan teori menyatakan bahwasanya alam pada awalnya semua objek dialam semesta adalah satu dan kemudian terpisah karena suatu ledakan yang sangat dahsyat.
Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
Teori Nebulata
Yaitu teori yang menyatakan bawasanya tata surya terbentuk dari awan panas atau kabut gas yang panas. Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Pierre Simon (1796).
Menurut Kant kabut tersebut berputar lambat dan memadat karena adanya gaya tarik menarik dan tolak menolak, dari bagian-bagiannya terbentuklah pada pusatnya sebuah inti besar matahari dan sekelilingnya inti-inti kecil dari planet-planet.
Adapun menurut Laplace, susunan matahari berasal dari kabut pijar dan merupakan bagian besar yang berputar makin cepat, dan karena proses pendinginan, maka kabut bagian luar terpisah membentuk petang gelap kabut yang akhirnya membentuk planet-planet dengan benda-benda yang mengelilinginya berupa satelit.
Hipoteses Planettessimal
Teori ini sama dengan hipotesis nebular, hanya saja pembentukan planet-planet yang tidak harus dari satu sumber, tapi dari sumber lain (bintang) lain yang kebetulan lewat dekat tata surya, yang mana tata surya kita merupakan bagian didalamnya.
Teori Tidal
Menurut teori ini planet merupakan percikan matahari dan percikan ini disebut tidal. Karena pada masa lalu matahari mempunyai pasangan sebuah bintang yang kemudian meledak dan sejumlah partikelnya terlempar keluar angkasa, dari ledakan tersebut awan gas tertinggal oleh gaya tarik-menarik matahari, awan gas itu ditarik mendekati kepadanya dan kemudian berubah menjadi planet-planet.
Hipotesa Fowler
Menurut Fowler 12.000 juta tahun yang lalu galaksi kita tidaklah sepeti sekarang ini, bentuknya berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar yang bentuknya berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya ia mengadakan kontraksi, pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang itupun semakin turun temperaturnya setelah berpuluh-puluh ribu tahun. Ia mempunyai bentuk yang dikatakan tetap, seperti halnya matahari, hipotesis itu diyakinkan oleh suatu observasi yang ditujukan pada pusat galaksi, tempat dilahirkannya bintang baru baik secara perlahan-lahan maupun secara eksplosif.

0 komentar:
Posting Komentar