Susunan Tata Surya

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang disebut matahari dan semua obyek yang mengelilinginya. Obyek-obyek tersebut termasuk delapan planet yang sudah diketahui. Tata surya terbagi menjadi matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan dibagian terluar adalah sabuk kupier dan piringan tersebar.
Berdasarkan jaraknya, kedelapan planet itu adalah :
a. Merkurius (57.900.000 km)
b. Venus (108.000.000 km)
c. Bumi (150.000.000 km)
d. Mars (228.000.000)
e. Jupiter (779.000.000 km)
f. Saturnus (1.430.000.000 km)
g. Uranus (2.880.000.000 km)
h. Neptunus (4.500.000.000 km)
Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan dengan sebagai planet kerdil, yang orbit-orbitnya kecuali ceres berada lebih jauh dari neptunus. Kelima planet katai itu adalah :
a. Ceres (415.000.000 km disabuk asteroid dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima)
b. Pluto (5.906.000.000 km dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan)
c. Haumanea (6.450.000.000 km)
d. Makemake (6.850.000.000 km)
e. Eris (10.100.000.000)

C. Bagian-bagian Tata Surya

Secara informal, tata surya dapat dibagi menjadi tiga daerah. Tata surya bagian dalam mencakup empat planet kebumian (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars) dan sabuk asteeroid utama. Tata surya bagian luar terdapat empat gas planet raksasa (Yupiter, Saturnus, Uranus,dan Neptunus). Sejak ditemukan sabuknya kuiper, bagian terluar tata surya dianggap wilayah berbeda tersendiri yang meliputi semua obyek melampui neptunus.

a. Matahari

Bintang induk tata surya dan merupakan komponen utama tata surya. Bintang ini berukuran 332.830 masa bumi. Masa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dasyat.
Matahari dikategorikan kedalam bintang kerdil kuning (type G V) yang berukuran tengahan. Dipercayai posisi matahari pada deret utama secara umum merupakan “puncak hidup” dari sebuah bintang karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir.
Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang “populasi satu” bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta sehingga mengandung lebih banyak unsur yang lebih berat dari pada hidrogen dan helium (metal) dibandingkan bintang populasi dua. Tingkat metallitas yang tinggi ini diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem tata surya, karena terbentuknya adalah hasil penggumpalan metal.

b. Merkurius

Merkurius adalah planet terdekat dari matahari serta juga terkecil (0,055 massa bumi). Atmosfer merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri dari atom-atom yang terlepas dari permukaanya karena semburan angin matahari.

c. Venus

Venus berukuran mirip bumi (0,815 massa bumi). Planet ini memiliki selimut kulit silikat yang tebal dan berinti besi, atmosfernya juga tebal dan mememiliki aktivitas geologi. Akan tetapi planet ini lebih kering dari bumi dan atmosfernya sembilan kali lebih pada dari bumi. Venus tidak memiliki satelit. Venus adalah planet terpanas dengan suhu permukaan mencapai 4000C, kemungkinan besar disebabkan jumlah gas rumah kaca yang terkandung didalam atmosfer. Sejauh ini aktifitas biologis venus belum dideteksi, tetapi karena planet ini tidak memiliki medan magnet yang bisa mencegah habisnya atmosfer, diduga sumber atmosfer venus berasal dari gunung berapi.

d. Bumi
Bumi adalah planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat. Atmosfer bumi sangat berbeda dengan planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan makluk hidup yang menghasilkan 21% oksigen. Bumi memiliki satu satelit yaitu bulan, satu-satunya satelit besar dari planet kebumian didalam tata surya.

e. Sabuk Asteroid
Asteroid secara umum adalah obyek tata surya yang terdiri dari batuan dan mineral logam beku. Yang terletak antara orbit mars dan jupiter, meskipun demikian masa totalnya tidaklah lebih dari seperseribu masa bumi.

f. Jupiter
Memiliki masa 318 kali masa bumi, kandungan utamanya dalah hidrogen dan helium. Sumber panas didalam jupiter menyebabkan timbulnya bebarapa ciri semipermanen pada atmosfernya.

g. Saturnus
Saturnus yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan dengan jupiter, sebagai contoh atmosfernya meskipun saturnus hanya sebesar 60% volume jupiter, planet ini hanya seberat kurang dari sepertiga jupiter atau 95 kali masa bumi. Planet ini sebuah planet yang pal ditata surya. Saturnus memiliki 60 satelit dua diantaranya titan dan enceladus.

h. Uranus
Uranus yang memiliki 14 kali masa bumi, dalah planet yang paling ringan diantara planet-planet luar. Planet ini memiliki kelainan ciri orbit. Uranus mengedari matahari dengan ukuran poros 900 pada ekliptika. Planet ini memiliki inti yang sangat dingin dibandingkan gas raksasa lainya dan sedikit memacarkan energi panas. Uranus memiliki 27 satelit yang diketahui, yang terbesar adalah titania, oberon, umbriel, ariel dan miranda.

i. Neptunus
Meskipun sedikit lebih kecil dari uranus, memiliki 17 kali masa bumi sehingga membuatnya lebih padat. Planet ini memancarkan panas dari dalam tetapi tidak sebanyak jupiter atau saturnus. Neptunus memiliki 13 satelit yang diketahui.

j. Komet
Komet adalah badan tata surya kecil, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer dan terbuat dari es votalil. Komet berperioda pendek memiliki kelangsungan orbit kurang dari 200 tahun yang dipercaya berasal dari sabuk kuiper. Sedangkan komet berperiod panjang memiliki orbit yang berlangsung ribuan tahun yang berasal dari oort.

k. Sabuk Kuiper
Adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid, tetapi komposisi utamanya adalah es. Meski demikian obyek kuiper yang terbesar seperti quaoar, veruna dan orcus mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Sabuk kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi sabuk klasik dan resonansi. Sabuk klasik terdiri dari obyek yang tidak memiliki resonansi dengan neptunus anggotanya diklasifikasikan sebagai cibewanos. Resonansi adalah orbit yag terkait pada neptunus.

l. Pluto
Pluto adalah planet kerdil yang merupakan objek terbesar sejauh ini di sabuk kuiper. Ketika ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan, definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet.

m. Haumea dan Makemake

Haumea dan Makemake adalah dua objek terbesar sejauh ini di dalam sabuk kuiper. Haumea adalah sebuah objek berbentuk telur dan memiliki dua bulan. Makemake adalah objek paling cermelang di sabuk kuiper setelah pluto.

n. Eris
Eris adalah objek piringan tersebar tersebar sejauh ini dan menyebabkan mulainya debat tentang definisi planet. Eris adalah planet planet kerdil terbesar yang diketahui dan memiliki satu bulan Dysnoma.

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net