Bumi bukan berbentuk bulat seperti bola, melainkan pepat pada kutub-kutubnya. Bumi memiliki jari-jari khatulistiwa 6.378 km dan jari-jari kutub 6.356km.
a. Litosfer
Litosfer adalah lapisan paling luar bumi yang tebalnya kira-kira 100 km. litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas,
litosfer bersuhu dingin dan kaku. Litosfer terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung.
Kerak bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagai mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.
Temperatur kerak bumi meningkat seiring kedalamanya. Pada batas terbawahnya temperatur kerak menyentuh angka 200-4000C. Kerak dan bagian mantel yang relatif padat membentuk lapisan litosfer, karena konveksi pada mantel bagian atas dan astenosfer, litosfer dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. Temperatur meningkat 300C tiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah dapa lapisan kerak yang lebih dalam.
Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah; Oksigen (46,6%), Silikon (27,7), Alumunium (8,1), Besi (5%), Kalsium (3,6), Ntrium (2,8), Kalium (2,6), Magnesium (2,1).
1) Lapisan mantel (selubung)
Lapisan mantel yang tebalnya 2.900 km terdiri dari mineral-mineral seperti besi dan magnesium serta magma (batuan cair).
b. Astenosfer
Dibawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan kerna itu bersifat fluida. Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu.
c. Mesosfer
Kurang lebih 25 mil atau 40 km diatas permukaan bumi terdapat lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar -1430C. suhu serendah ini
memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es. Lapisan berikutnya mesosfer. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.
Inti bumi terletak pada lapisan terdalam. Inti bagian luar dengan ketebalan 2.250 km terdiri dari unsur besi yang berwujud cair. Sedangkan inti bumi bagian dalam berupa besi padat. Panas diinti bumi diperkirakan 50000C.
d. Hidrosfer
Hidrosfer adalah lapisan air yang ada dipermukaan bumi. Hidrosfer meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju, air tanah dan uap air yang terdapat dilapisan udara.
e. Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi. Di bumi atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan sekitar 560 km dari permukaan bumi. Atmosfer bumi terdiri atas Nitrogen (78,17%), Oksigen (20,97%), argon (0,9%), Karbondioksida (0,0356%), uap air, dan gas lainya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrim diantara siang dan malam.
f. Troposfer
Lapisan ini nerada pada level terendah, dibandingkan dengan lapisan lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 km dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin tekanan dan kelembapan yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya keudara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 170C sampai -570C. Diantara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan tropopause.
g. Stratosfer
Perubahan secara bertahap dari troposfer ke strtosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. suhu dilapisan ini yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu -570C. pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran tertentu. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah naik, karena bertambahnya lapisan dengan kosentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi ultra ungu. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai 180C pada ketinggian sekitar 40 km. lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
h. Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian 81 km. Dinamai termosfer karena teradi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 19820C, perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra ungu. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Fenomena aurora yang dikenal demgan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini.
i. Eksosfer
Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteorik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal.
G. Benua dan Samudra
Benua adalah daratan yang sangat luas; (kontinen). Pada awalnya bumi terbentuk seluruh benua merupakan satu daratan yang amat luas, belum terbagi-bagi oleh pergeseran kerak bumi; daratan tersebut disebut Pangæan supercontinent, pada masa mesozoic terbagi atas dua bagian besar yaitu gondwana dibelahan bumi selatan dan laurasia dibelahan bumi utara.
Pada masa kini bumi terbagi atas beberapa benua :
• Afrika
• Amerika (Amerika Selatan, Amerika Utara)
• Antartika
• Asia
• Eropa
• Australia
Samudera atau Lautan (dari bahasa Sansekerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.
Ada lima samudra di bumi yaitu:
• Samudra Arktik
• Samudra Atlantik
• Samudra Hindia
• Samudra Pasifik / Lautan Teduh
• Samudra Antarktika / Lautan Selatan
Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).
Bagian yang lebih kecil dari samudra adalah laut, selat, teluk.

0 komentar:
Posting Komentar